JAKARTA - Motif penyebaran informasi dan rumor negatif adanya krisis likuiditas pada beberapa bank di Indonesia adalah bentuk tindakan untuk mencari keuntungan dibandingkan hanya iseng belaka.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak menanggapi secara serius informasi dan rumor yang tidak benar dan didasarkan fakta yang ada.
"Model informasi ini jangan ditelan mentah-mentah, apalagi masyarakat saat ini mudah panik," ungkap Pengamat Keuangan dari Current and Management Group Fahrial Anwar, saat dihubungi okezone, di Jakarta, Minggu (16/11/2008).
Dengan kondisi ekonomi saat ini dan di tengah psikologis masyarakat yang mudah panik, berbagai isu dan informasi yang bias sekecil apapun sangat mempengaruhi terjadinya kepanikan masyarakat dan akhirnya terus memperburuk perekonomian nasional.
Tidak hanya itu, dirinya menyerukan untuk bisa membicarakan optimisme Indonesia untuk bisa keluar dari keterpurukan dibandingkan ramalan dan isu negatif yang tidak benar sumbernya.
Sebelumnya, pihak kepolisian telah menetapkan pegawai PT Bahana Securities, Erick Jazier Adriansyah (38) sebagai tersangka penyebar isu krisis likuiditas melalui electronic mail (e-mail).
Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) mengungkapkan Erick membuat berita itu berdasarkan informasi dari broker yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bahana Securities Heri Sunaryadi menjelaskan, penyebaran isu dan rumor negatif oleh pelaku tidak ada kaitannya dengan perusahaan.
Pasalnya, pihak perusahaan tidak pernah menerbitkan pernyataan ataupun laporan riset tentang masalah likuiditas beberapa bank di Indonesia. Segala pernyataan resmi ataupun laporan riset harian selalu berdasarkan data dan fakta yang sudah diolah. (ade)
Sumber
Showing posts with label ekonomi. Show all posts
Showing posts with label ekonomi. Show all posts
Sunday, November 16, 2008
Friday, November 14, 2008
Krisis Ekonomi, Microsoft Bergantung Pada China
JAKARTA - Microsoft menyatakan komitmennya untuk menginvetasikan dana senilai USD1 miliar bagi kepentingan riset dan pengembangan teknologi yang ada di China.
"Investasi kami dalam riset dan pengembangan di China akan memakan dana hingga USD1 miliar. Dana ini akan kami gunakan untuk investasi selama tiga tahun ke depan. Kami harap investasi ini dapat meningkatkan inovasi informasi teknologi di China dan Microsoft," ujar Chairman perusahaan riset dan pengembangan di China Zhang Yaqin, seperti dikutip melalui Agence France Presse, Jumat (14/11/2008).
Menurutnya, investasi ini tidak termasuk pengeluaran untuk melakukan merger dan akuisisi, meskipun Microsoft berupaya untuk memperlebar sayapnya di China dalam tiga tahun ke depan.
Pernyataan Zhang ini menjadi bukti bahwa Microsoft memang benar-benar tertarik berinvestasi di China setelah krisis ekonomi global mengancam pendapatan Microsoft. Bahkan tidak hanya Microsoft, vendor kendaraan General Motor pun berupaya untuk menggarap pasar China dengan invetasi yang cukup besar.
Sumber
"Investasi kami dalam riset dan pengembangan di China akan memakan dana hingga USD1 miliar. Dana ini akan kami gunakan untuk investasi selama tiga tahun ke depan. Kami harap investasi ini dapat meningkatkan inovasi informasi teknologi di China dan Microsoft," ujar Chairman perusahaan riset dan pengembangan di China Zhang Yaqin, seperti dikutip melalui Agence France Presse, Jumat (14/11/2008).
Menurutnya, investasi ini tidak termasuk pengeluaran untuk melakukan merger dan akuisisi, meskipun Microsoft berupaya untuk memperlebar sayapnya di China dalam tiga tahun ke depan.
Pernyataan Zhang ini menjadi bukti bahwa Microsoft memang benar-benar tertarik berinvestasi di China setelah krisis ekonomi global mengancam pendapatan Microsoft. Bahkan tidak hanya Microsoft, vendor kendaraan General Motor pun berupaya untuk menggarap pasar China dengan invetasi yang cukup besar.
Sumber
Labels:
ekonomi
Subscribe to:
Posts (Atom)